Perlukah Belajar Digital Marketing untuk Mahasiswa Ilmu Perpustakaan

Belajar sesuatu yang baru pasti mengasyikkan. Ini yang saya rasakan saat mulai mengajarkan mata kuliah ini tahun lalu, tepatnya bulan September 2017. Mata kuliah ini mulai diajarkan sejak mulai diberlakukannya KKNI atau Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Ini dampak dari perkembangan keilmuan dan kebutuhan kompetensi di dunia kerja saat ini.  


Mengajarkan mata kuliah ini awalnya sangat menantang, maklum karena saya harus memetakan apa yang harus diajarkan, seperti apa kompetensi kerja yang dibutuhkan saat ini, dan apa urgensi mata kuliah ini di dunia kerja ? Ini harus dapat diimplementasikan dan terlihat dengan konkrit dalam silabus mata kuliah. Setelah mempelajari beberapa referensi dan juga melalui pengamatan observasi, alhamdulillah saya akhirnya berhasil menyusun silabus sekaligus projek yang akan dikerjakan oleh mahasiswa meskipun ke depannya tentu saja harus diperbarui.

Apa yang dipelajari dalam mata kuliah Digital Marketing ini ? apa manfaatnya ? dan apa hubungannya dengan perpustakaan dan dunia kerja ? Ini yang akan coba saya jelaskan secara sederhana dalam blog ini.

Apa yang dipelajari dalam Digital Marketing ? 

Pertanyaan yang sangat menarik untuk dijawab sekaligus muncul pertanyaan baru, istilah digital marketing ini kan tidak ada hubungannya dengan ilmu perpustakaan. Nah inilah menariknya, Ilmu Perpustakaan mengadopsi ilmu marketing atau biasa disebut dengan ilmu pemasaran yang merupakan cabang ilmu dari disiplin ilmu ekonomi. Secara sederhana ilmu marketing mengajarkan bagaimana suatu kegiatan yang dilakukan oleh suatu individu atau perusahaan dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Kegiatan tersebut merupakan keseluruhan sistem yang dirancang mulai dari merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang atau jasa yang dapat memuaskan keinginan pelanggan dan mencapai sasaran serta tujuan yang diinginkan.

Digital marketing ini juga memanfaatkan teknologi informasi, seperti teknologi blog atau website, sosial media sebagai sarana dalam menjalankan sebuah proses bisnis, baik barang, jasa, maupun informasi.      

Berikut ini materi yang dipelajari dalam Digital Marketing khususnya untuk Ilmu Perpustakaan :

  1. Pengantar pemasaran dan promosi perpustakaan
  2. Digital marketing 1
  3. Digital marketing 2
  4. Strategi digital marketing
  5. Mendesain blog atau website
  6. Konten website
  7. SEO basic pada blog atau website
  8. Web marketing
  9. Email dan messenger marketing
  10. Facebook dan Instagram ads
  11. Twitter dan youtube
  12. Marketplace
  13. Meningkatkan traffic website

wah, materi-materinya sangat menarik yah. Rasanya ingin cepat-cepat mempelajari dan menguasainya.

Apa manfaat belajar Digital Marketing ?  

Banyak manfaat dari belajar digital marketing, di antaranya adalah :

  1. Belajar dasar-dasar pemasaran yang bermanfaat dalam dunia kerja.  
  2. Belajar strategi digital marketing.
  3. Belajar mendesain blog atau website.
  4. Belajar dan membiasakan menulis artikel yang menarik dan inspiratif. 
  5. Belajar mempromosikan artikel yang kita tulis ke berbagai media sosial sehingga mendapatkan traffic kunjungan sebanyak-banyaknya. 
  6. Belajar SEO untuk mengoptimalisasikan blog dan artikel sehingga bisa dengan mudah diakses dari berbagai search engine, dan banyak lagi manfaat lainnya.
  7. Belajar berbagai fitur yang terdapat dalam media sosial untuk digunakan dalam mempromosikan layanan informasi.  

Apa hubungannya dengan perpustakaan dan dunia kerja ? 

Pertanyaan yang bagus dan kongkrit. Apa sih hubungan belajar digital marketing ini dengan perpustakaan dan dunia kerja.  Tentu saja sangat berhubungan. Perpustakaan merupakan institusi pengelola karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, informasi, pelestarian dan rekreasi para pemustaka. 

Nah, sebagai institusi yang memiliki peran penting dan strategis di masyarakat, perpustakaan melakukan berbagai kegiatan dan layanan yang dapat memberikan manfaat dan pemenuhan berbagai kebutuhan kepada khalayak. Berbagai kegiatan, layanan dan informasi ini perlu disosialisasikan dengan menggunakan media website. Mendesain sebuah website perpustakaan yang menarik dan sesuai standar menjadi suatu skill (keterampilan) tersendiri yang sangat dibutuhkan saat ini. Apakah pustakawan memiliki skill ini ? Ini menjadi tantangan loh. Yang kedua, keterampilan mengisi berbagai konten informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pustakawan menjadi pelopor garba informasi terdepan yang siap menyajikan berbagai informasi up to date yang bermanfaat untuk masyarakat.

Pustakawan dengan berbagai inisiatif dan kreasinya menyebarkan informasi untuk mempropagandakan berbagai kegiatan dan layanan di perpustakaan yang harus diketahui dan diikuti oleh masyarakat. Berbagai keterampilan ini mulai dari mendesain website, mengisi berbagai konten, dan menyebarkan informasi tersebut menggunakan teknologi informasi menjadi hal yang sangat krusial dan begitu dibutuhkan di perpustakaan dan tentu saja di berbagai lembaga institusi dunia kerja saat ini.  Peran ini biasa dilakukan oleh seorang web desainer dan dibantu oleh seorang Public Relation (PR). Pustakawan sangat bangga bisa menjadi 2 peran itu sekaligus. Keren kan pustakawan zaman now.

Setelah membaca artikel ini, tampak jelas yah mengapa perlu Digital Marketing untuk Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Yang jelas, mata kuliah ini tidak hanya penting, tetapi sangat menarik dan ada tantangan tersendiri untuk mempelajarinya. Beragam skill didapatkan dari digital marketing ini dan yang terpenting, ilmu ini sangat dibutuhkan oleh perpustakaan dan dunia kerja saat ini. Harapannya pustakawan semakin terampil tidak hanya dalam mengelola koleksi, tetapi hal lain juga, seperti mengelola sebuah website. Ayo semangat yah mempelajarinya.       

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *